Ruy Pamadiken dalam sesi berbagi pengalaman bertajuk Inner Journey : Perjalanan Menuju Kesejatian Diri diselenggarakan oleh Yayasan dan Paguyuban Sesawi via Zoom, Sabtu (27/6/2020).

Setiap hal dan peristiwa adalah sabda. Ribuan/jutaan pengalaman hidup sebenarnya mengejawantahkan sabda itu. Namun kita sering tidak melihat atau menangkapnya. Keheningan batin menjadi kunci bagaimana kita bisa menangkap sabda/makna dalam hidup setiap hari.

Demikian disampaikan Ruy Pamadiken dalam sesi berbagi pengalaman bertajuk Inner Journey : Perjalanan Menuju Kesejatian Diri yang berlangsung kurang lebih tiga jam (13.00-15.00 WIB) via Zoom, Sabtu (27/6/2020).

Ruy yang sudah menuliskan refleksinya dalam 2 buku bertajuk Inner Journey ini melanjutkan, “Pemahaman atas sabda dalam keseharian itu yang membuat hidup kita menjadi bermakna. Pada hakikatnya tidak ada peristiwa yang tidak bermakna, entah peristiwa itu besar atau kecil,”ujar mantan Vice President Media Group ini.

Demikian halnya, kata Ruy, tidak perlu lagi ada keadaan yang merisaukan (sukses/tidak sukses, kaya/miskin, punya banyak/sedikit uang, dan lain-lain). Karena itu hanyalah jalan/sarana bagi pertumbuhan jiwa atau kualitas kesadaran kita. Utamanya adalah mengalami Tuhan yang mencintai dan dialami secara personal.

Karena itu, semua yang kita kejar semestinya bukan sesuatu di luar diri melainkan di dalam diri kita sendiri. “It concerns to beingness, not having,”ujar Ruy.

Poster sesi bagi pengalaman bersama Ruy Pamadiken.

Semakin ke dalam, justru apa yang terjadi di dunia luar banyak terkoreksi. Perjalanan ke dalam itu sekaligus perjalanan keluar. “Begitu saya berjalan ke dalam, saya semakin prihatin dengan dunia, semakin cinta kepada sesama. Ini paradoks innerjourney,”tegas Ruy.

Kesejatian diri berjalan sesuai dengan kualitas kesadaran yang kita punya. Sejauh mana saya mengevaluasi, menganalisa masa lalu, masa sekarang dan kemungkinan yang terjadi di masa datang.

“Kesadaran saya atas siapa saya, kemampuan menerima realitas saya baik sekarang maupun masa lalu atau masa datang membuat saya mengenal siapa diri saya sesungguhnya, makin lama makin dalam dan berkualitas,”ujar Ruy.

Sesi berbagi pengalaman ini merupakan yang perdana yang dilakukan Yayasan dan Paguyuban Sesawi. Selanjutnya sesi akan diisi dengan berbagai tema yang menarik. Minggu depan, 4 Juli akan ada sesi yang sama terkait Kopi, dibawakan oleh CEO Javaro Coffee, FX Yayang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

13 + 17 =