Avatar
Hello Guest!
0
Memperkenalkan St. Paulus Miki (1565 – 1597 / 33 th), Martir Kudus Asli Jepang
Agenda Kegiatan
Asmi Arijanto
July 3, 2018
0

KUNJUNGAN peziarah ke Nagasaki, Jepang, membuat hati tidak bisa berhenti diam. Betapa menyedihkan perjalanan kristianitas di Jepang ini, dengan tumpahnya darah para martir yang begitu banyak, khususnya di Nagasaki, namun sekaligus membanggakan sebagai sesama saudara seiman karena generasi awal yang memiliki iman setangguh itu. Jelas peziarah langsung terpukul, betapa rapuhnya iman peziarah dibandingkan mereka. Uh.. Tak ada apa-apanya. Demikian kegelisahan peziarah ingin diungkap dengan sharing ini supaya para pembaca sempat mengikuti dan berjalan bersama.

Monument di Bukit Para Martir, Nishizaka, Nagasaki

Catatan singkat Santo Paulus Miki

Lahir dari keluarga Kristen yg sangat terhormat dan terpandang karena kedudukan Samurai / Ksatria dari ayah yang bernama, Miki Handayu. Dia adalah salah satu murid unggulan dari Seminari Azuchi. Dia masuk Serikat Jesus di tahun 1585 dan dia dikenal sebagai salah satu pengkotbah ulung di Jepang. Sesudah menyelesaikan study di Arima dan Amahusa, Dia berkotbah di Nagasaki dan Osaka. Dia hampir ditahbiskan menjadi imam ketika dia ditambahkan ke bilangan kelompok 26 Martir yang disalibkan di bukit Nishizaka, Nagasaki pada 5 Feb 1597.

St. Paulus Miki di atas kayu salib

Dalam perjalanannya dari Kyoto ke Nagasaki (sekitar 900 km / jalan kaki 1 bulan), dia berkotbah setiap hari. Kotbah terakhir yang disampaikan di atas salib demikian :
Kamu semua yang ada di sini, dengarkanlah saya. Saya bukan orang Philipina, saya orang Jepang asli dari lahir dan saudara dalam Serikat Jesus. Saya tidak melakukan kejahatan dan satu2nya alasan mengapa saya dihukum mati adalah bahwa saya telah mengajarkan ajaran Tuhan kita Yesus.

Reliqui ketiga saudara SJ

Saya bersukacita untuk kematian dengan alasan tersebut dan saya melihat kematian saya sebagai sebuah rahmat yang besar dari Tuhan. Di waktu yang sangat pendek ini, yakinlah bahwa saya tidak sedang memperdaya kamu, saya ingin menekankan dan membuatnya jelas bahwa manusia tidak akan mendapatkan keselamatan kekal kecuali menjadi orang Kristen. Hukum Kristen mengajarkan bahwa kita harus mengampuni musuh2 dan mereka yang bersalah kepada kita. Oleh karena itu saya harus mengatakan di sini bahwa saya mengampuni Taikosama (Hideyoshi yang menyalibkannya). Saya sangat berharap bahwa seluruh orang Jepang menjadi Kristen. (Catatan dari Fr. Luis Frois, 1597)

Nb. Catatan kotbah ini disampaikan jauh sebelum Konsili Vatikan kedua 1962-1965 yang buah hasilnya salah satunya adalah ajaran Gereja bahwa keselamatan ada di luar Gereja.

St. Paulus Miki

Berikut daftar ke 26 Martir yang disalibkan di Bukit Nishizaka di Nagasaki atas perintah Toyotomi Hideyoshi, 5 Feb 1597, 20 Santo asli Jepang dan 6 imam asing :
1. St. Francis
2. St. Cosmas Takeya
3. St. Peter Sukejiro
4. St. Michael Kozaki
5. St. James Kisai SJ
6. St. Paul Miki SJ
7. St. Paul Ibaraki
8. St. John of Goto SJ
9. St. Louis Ibaraki
10. St. Anthony
11. St. Peter Baptist OFM
12. St. Martin of the Ascension OFM
13. St. Philip of Jesus OFM
14. St. Gonzalo Garcia OFM
15. St. Francis Blanco OFM
16. St. Francis of St. Michael OFM
17. St. Matthias
18. St. Leo Karasumaru
19. St. Bonaventure
20. St. Thomas Kozaki
21. St. Joachim Sakakibara
22. St. Francis
23. St. Thomas Dangi
24. St. John Kinuya
25. St. Gabriel
26. St. Paul Suzuki

St. Paulus Miki dan para martir kudus dari Nagasaki, doakanlah kami.

FAA

St. Fransiskus bersama St. Jakobus Kisai, St. Paulus Miki dan Yohanes Goto

,

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 5 =

Skip to toolbar