Avatar
Hello Guest!
0
Dialog Kontemplatif Sesi I di Resto Kembang Goela Semanggi
Agenda Kegiatan
Simon Sugito
May 31, 2018
0

Rabu, 9 Mei 2018 yang lalu, 13 anggota Paguyuban Sesawi melakukan pertemuan kecil dengan suasana ringan di Resto Kembang Goela Semanggi. Pertemuan ini sebagai tindak lanjut retret pembekalan spiritualitas Ignasian yang dilaksanakan beberapa bulan lalu. Dengan metode dialog kontemplatif peserta dituntun untuk merefleksikan bagaimana selama ini sesawi membangun dan memelihara persahabatan rasuli dengan bercermin pada pengalaman Ignasius di awal berdirinya serikat.

Dengan suasana santai, peserta dibagi menjadi dua kelompok kecil (bapak-bapak dipisahkan dari ibu-ibu) dengan tujuan masing-masing peserta bisa lebih leluasa ber-sharing ria. Kemudian, benang merah dari kedua kelompok kecil disatukan di tahap kedua saat semua peserta kembali ke kelompok besar.

Dari kelompok bapak-bapak, Pak Winoto menyarikan sharing kelompok dengan sangat menarik; bahwa selama ini Sesawi telah tumbuh sebagai sebuah perkumpulan (persahabatan) yang bisa dikatakan “gayeng”, terlebih saat arisan dan dalam acara-acara natalan bersama. Persahabatan keluarga Sesawi memiliki keakraban yang khas bila dibandingkan dengan kelompok lain karena didasari semangat spiritualitas yang sama.

Sementara dari kelompok Ibu-Ibu yang hadir membuat kesimpulan bahwa keluarga sesawi memberikan makna lebih dalam hidup sehari-hari. Syukur menjadi bagian komunitas ini memunculkan keinginan utk berbuat lebih banyak bagi sesawi maupun lingkungan sekitar. Bahkan ada yang menyesalkan kenapa tidak dari dulu-dulu ada sesawi sehingga friksi dan salah mengerti terhadap sikap pasangan dapat diminimalisir.

Komunitas Sesawi dirasakan memiliki “bounding” yg kuat dan memberi pengaruh dlm menyikapi kehidupan khususnya saat menghadapi masalah-masalah, sehingga muncul rasa “nyaman” utk menjadi diri sendiri dan apa adanya saat berelasi dgn teman-teman sesawi.

Hubungan dan kepercayaan yang terjalin ini jauh lebih kuat dibanding terhadap keluarga inti sendiri. Merasa memiliki kesamaan dan saling menguatkan memunculkan sikap menerima dan memahami pasangan, akhirnya bisa menerima sikap pasangan /suami yg dianggap lebih baik ketimbang kalau memiliki pasangan bukan dari sesawi.

Selalu ada kerinduan dan keinginan untuk selalu berkumpul dgn keluarga dan sahabat-sahabat sesawi krn melihat tak ada sekat dan perbedaan meski memiliki usia dan latar belakang berbeda. Nilai-nilai Ignatian tentang persahabatan, doa, dan spiritual yang didapat dari teman-teman sesawi membantu masing-masing pribadi saat menghadapi maupun menyikapi masalah hidup dan sesama. Anak-anak yang dilibatkan dlm komunitas juga memberikan rasa tenang. Pada intinya Ibu-Ibu merasa senang dan bersyukur bisa mencecap semangat Ignatian yang ditularkan pasangannya.

Sebagaimana kekhasan kontemplasi dialogis adalah sikap mendengarkan dengan keseluruhan diri, maka apa yang disharingkan menjadi bahan refleksi peserta untuk terus dikerucutkan menjadi simpulan yang akan menjadi buah rohani bersama. Di akhir sesi, Pak Winoto memberikan sebuah pertanyaan reflektif, bila sekarang ini Sesawi sudah menjadi wadah persahabatan di antara anggotanya; apa yang kemudian bisa dihasilkan?

Karena pertanyaan tersebut membutuhkan proses lagi untuk dijawab, pak Win mengusulkan supaya masing-masing anggota Sesawi melakukan apa yang mungkin bisa segera dilakukan, yaitu mengembangkan nilai-nilai spiritualitas Ignasian dalam keluarga dan masyarakat sekitar sesuai visi paguyuban dan yayasan Sesawi.

Dialog kontemplatif kali ini merupakan salah satu bentuk usaha kami untuk mencari metode-metode yang sesuai dalam menghidupkan spiritualitas Ignasian di dalam anggota. Dan pertemuan kali ini begitu hidup dan membuahkan point-point yang bisa dikembangkan. Tak terasa, pertemuan berlangsung mengalir dari jam 17.30 -22.00.

Selanjutnya, kelompok kecil ini akan mengundang anggota-anggota Sesawi lainnya untuk mengadakan pertemuan serupa dalam kelompok-kelompok kecil sesuai area tempat tinggal. Tema akan tetap memperdalam Membangun dan Memelihara Persahabatan Rasuli.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 + twelve =

Skip to toolbar