Avatar
Hello Guest!
0
Hari Jumat Sesudah Rabu Abu
Agenda Kegiatan
Sugeng Rahardjo
February 17, 2018
0

Liturgia Verbi (B-II)
Hari Jumat Sesudah Rabu Abu

Jumat, 16 Februari 2018

Bacaan Pertama
Yes 58:1-9a

“Berpuasa, yang kukehendaki, ialah
engkau harus membuka belenggu-belenggu kelaliman.”

Pembacaan dari Kitab Yesaya:

Beginilah firman Tuhan Allah,
‘Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan!
Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala,
beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka,
dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka!
Memang setiap hari mereka mencari Aku
dan suka untuk mengenal segala jalan-Ku.
Seperti bangsa yang berlaku yang benar
dan tidak meninggalkan hukum Allahnya
mereka menanyai Aku tentang hukum-hukum yang benar.
Mereka suka mendekat menghadap Allah, dan bertanya,
“Kami berpuasa, mengapa Engkau tidak memperhatikannya juga?
Kami merendahkan diri,
mengapa Engkau tidak mengindahkannya juga?”
Camkanlah!
Pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu,
dan kamu mendesak-desak semua buruhmu.
Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi
serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena.
Dengan cara berpuasa seperti ini
suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi.

Inikah puasa yang Kukehendaki:
mengadakan hari merendahkan diri?
menundukkan kepala seperti gelagah?
dan membentangkan kain karung serta abu sebagai lapik tidur?
Itukah yang kausebutkan berpuasa,
mengadakan hari yang berkenan pada Tuhan?
Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki ialah:
Engkau harus membuka belenggu-belenggu kelaliman
dan melepaskan tali-tali kuk;
membagi-bagikan rotimu bagi orang yang lapar
dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah,
dan apabila engkau melihat orang telanjang,
supaya engkau memberi dia pakaian,
dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!

Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar
dan lukamu akan pulih dengan segera.
Kebenaran menjadi barisan depanmu
dan kemuliaan Tuhan barisan belakangmu.
Pada waktu itulah
engkau akan memanggil dan Tuhan akan menjawab,
engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku!

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan
Mzm 51:3-4.5-6a.18-19,R:19a

Refren: Hati yang remuk redam
tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

*Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu,
menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku
Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku,
dan tahirkanlah aku dari dosaku!

*Sebab aku sadar akan pelanggaranku,
dosaku selalu terbayang di hadapanku
Terhadap Engkau, terhadap Engkau sendirilah aku berdosa,
yang jahat dalam pandangan-Mu kulakukan.

*Tuhan, Engkau tidak berkenan akan kurban sembelihan;
kalaupun kupersembahkan kurban bakaran,
Engkau tidak menyukainya.
Persembahanku kepada-Mu ialah jiwa yang hancur.
Hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Bait Pengantar Injil
Am 5:14

Carilah yang baik dan jangan yang jahat,
supaya kamu hidup,
dan Allah akan menyertai kamu.

Bacaan Injil
Mat 9:14-15

“Mempelai itu akan diambil dari mereka,
dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Sekali peristiwa datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata,
“Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa,
tetapi murid-murid-Mu tidak?”
Jawab Yesus kepada mereka,
“Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita
selama mempelai itu bersama mereka?
Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka,
dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan Injil
Setiap tahun, setiap memasuki masa Prapaskah, selalu saja orang-orang bertanya kepada saya, bagaimana sebenarnya aturan puasa dan pantang menurut gereja Katolik?
Malah kemarin ada yang bertanya, “Apa betul sekarang diberlakukan ketentuan makan satu kali saja? Bukan satu kali makan kenyang dan dua kali makan tak sampai kenyang?”
Macam-macam pertanyaan orang, misalnya, “Telur itu daging atau bukan? Boleh disantap saat berpantang? Bagaimana dengan makanan vegitarian yang persis seperti daging itu, boleh?”
Ya ampun, kenapa kita jadi sibuk ngurusi hal-hal yang remeh-temeh seperti ini sementara substansi dari berpuasa dan berpantang sendiri malah diabaikan.

Barangkali ini sebabnya Yesus tidak mau terjebak oleh urusan yang beginian.
Ketika orang-orang mempertanyakan kepada Yesus, “Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” maka Yesus pun menjawab, “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa.
Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.” [bdk Mrk 2:18-22]

Apakah ini artinya Yesus tidak berpuasa?
Siapa bilang?
Ketika pencobaan oleh iblis di padang gurun, Yesus berpuasa selama empat puluh hari dan empat puluh malam.
Yesus menolak orang berpuasa secara munafik, pamer-pamer kalau lagi berpuasa.
Kalau kita berpuasa, janganlah dilihat orang kalau kita sedang berpuasa.

Kitab Yesaya pada Bacaan Pertama hari ini menarik untuk kita cermati.
Percuma saja berpuasa, sekali pun dengan mematuhi setaat-taatnya aturan berpuasa dan berpantang, tetapi kalau perbuatan kita masih saja egois mengurusi urusan sendiri saja, apalagi berbantahan dan berkelahi, atau berbuat semena-mena kepada orang lain.
Dengan cara berpuasa seperti ini, suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi.

Jika hendak didengar, jika ingin suara kita sampai ke hadirat Allah Bapa di Surga, bertobatlah dan mohonlah pengampunan dari-Nya, serta berbuat baiklah kepada orang lain.
“Engkau harus membuka belenggu-belenggu kelaliman dan melepaskan tali-tali kuk; membagi-bagikan rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian, dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!”
Nah kalau seperti ini yang kita jalani, janganlah 40 hari, melainkan 365 hari dalam se tahun, maka suara kita akan seperti lagu merdu bagi penghuni Surga.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen + fifteen =

Skip to toolbar