Avatar
Hello Guest!
0
Hari Minggu Biasa VI Pesta Santa Perawan Maria di Lourdes
Agenda Kegiatan
Sugeng Rahardjo
February 12, 2018
0

Bacaan Liturgi 11 Februari 2018

Hari Minggu Biasa VI
PF S.P. Maria di Lourdes
Bacaan Pertama
Im 13:1-2.44-46
Orang yang sakit kusta harus tinggal terasing di luar perkemahan.
Pembacaan dari Kitab Imamat:

Tuhan Allah berfirman kepada Musa dan Harun,
“Apabila pada kulit badan seseorang
ada bengkak atau bintil-bintil atau panau,
yang mungkin menjadi penyakit kusta pada kulitnya,
ia harus dibawa kepada imam Harun,
atau kepada salah seorang dari antara anak-anaknya,
yang adalah imam.

Karena orang itu sakit kusta, maka ia najis,
dan imam harus menyatakan dia najis,
karena penyakit yang di kepalanya itu.
Orang yang sakit kusta harus berpakaian yang cabik-cabik,
dan rambutnya terurai.
Ia harus menutupi mukanya sambil berseru-seru: Najis! Najis!
Selama ia kena penyakit itu, ia tetap najis;
memang ia najis,
ia harus tinggal terasing,
di luar perkemahanlah tempat kediamannya.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 32:1-2.5.11
R:7
Engkaulah persembunyianku, ya Tuhan.
Engkau melindungi aku sehingga aku selamat.
*Berbahagialah orang yang pelanggarannya diampuni,
yang dosa-dosanya ditutupi!
Berbahagialah orang,
yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan,
dan tidak berjiwa penipu!

*Akhirnya dosa-dosaku kuungkapkan kepada-Mu
dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan;
aku berkata “Aku akan menghadap Tuhan.”
Maka Engkau sudah mengampuni kesalahanku.

*Bersukacitalah dalam Tuhan!
Bersorak-sorailah, hari orang-orang benar,
bersorak-gembiralah, hari orang-orang jujur!

Bacaan Kedua
1Kor 10:31-11:1
Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus:

Saudara-saudara,
Jika engkau makan atau minum,
atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain,
lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
Janganlah kamu menimbulkan syak dalam hati orang,
baik orang Yahudi atau orang Yunani, maupun Jemaat Allah.
Sama seperti aku juga berusaha menyenangkan hati semua orang
dalam segala hal,
bukan untuk kepentingan diriku,
tetapi untuk kepentingan orang banyak,
supaya mereka beroleh selamat.
Jadilah pengikutku,
sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.

Demikianlah sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil
Luk 7:16
Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,
dan Allah telah melawat umat-Nya.

Bacaan Injil
Mrk 1:40-45
Lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:

Sekali peristiwa
seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus,
sambil berlutut di hadapan Yesus
ia memohon bantuan-Nya, katanya,
“Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.”
Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan,
lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu
dan berkata kepadanya, “Aku mau, jadilah engkau tahir.”
Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu,
dan ia menjadi tahir.

Segera Yesus menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras,
“Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun,
tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam,
dan persembahkanlah untuk pentahiranmu
persembahan yang diperintahkan oleh Musa,
sebagai bukti bagi mereka.”
Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu
dan menyebarkannya kemana-mana,
sehingga Yesus tidak dapat lagi
terang-terangan masuk ke dalam kota.
Yesus tinggal di luar kota di tempat-tempat yang sepi,
namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan Injil
Kitab Imamat hari ini bercerita tentang penyakit kusta.
Karena sifatnya menular, maka si penderita diwajibkan untuk berpakaian cabik-cabik, rambut terurai, menutupi muka sambil berseru-seru, “Najis! Najis!”, dan ia mesti tinggal di tempat yang terasing.
Tujuannya supaya orang mengenali si penderita kusta, agar tidak tertular.

Kusta adalah penyakit badan, nampak pada kulit si penderita.
Marilah kita analogikan penyakit badan ini dengan penyakit rohani yang serupa dengannya.
Perbuatan dosa adalah penyakit rohani, yang sifatnya sama, yaitu bisa menular.
Iblis adalah bakteri leprae, yang tak jelas darimana asalnya.
Kusta memang menular, tetapi penularannya tidak semudah penyakit flu.
Jika kekebalan tubuh kita bagus, maka sulitlah untuk tertular.
Begitu juga dengan penyakit rohani yang juga menular, kalau kekebalan rohani kita bagus, iya tak mudahlah untuk tertular.
Iman adalah kekebalan rohani kita.

Yang namanya penyakit, memang susah untuk dibasmi.
Bahkan seiring berjalannya waktu, selalu muncul penyakit-penyakit modern, penyakit baru yang seringkali malah lebih berbahaya.
Jaman dahulu orang tidak mengenal HIV Adis, sekarang dianggap sebagai momok yang menakutkan.
Begitu juga dengan penyakit-penyakit lainnya.
Yang bisa dilakukan adalah mencegahnya, atau mengobatinya jika ternyata mengidap, penyakitnya sendiri sulit dibasmi.

Penyakit rohani juga demikian.
Percuma saja punya keinginan untuk membasminya.
Selama dunia ini masih berputar, selama itu pula iblis dengan berbagai godaan, cobaan dan marabahayanya masih akan tetap ada.
Yang bisa kita lakukan adalah mencegahnya, ini yang terbaik.
Seandainya terkena, mengidap penyakit rohani, pertobatan adalah obat mujarab untuk menyembuhkannya, untuk kemudian merubah hidup agar tak lagi terkena di kemudian hari.

Yang menarik untuk kita cermati:
Umumnya penyakit badan memerlukan waktu untuk proses penyembuhan, tidak bisa sembuh seketika.
Tetapi penyakit rohani bisa seketika.
Kuasa Kristus mampu menyembuhkan penyakit badan secara seketika, dan bahkan yang bukan penyakit badan saja bisa misalnya buta atau tuli -bisu.
Apalagi untuk urusan penyakit rohani, Kristus adalah Tabib Agungnya.
Maka dari itu, marilah kita datang kepada-Nya, memohon kesembuhan bagi rohani kita, agar pada akhirnya kesehatan rohani kita juga akan membantu kesehatan jasmani kita.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 + 4 =

Skip to toolbar